![[imagetag]](http://obornews.com/images/news/news_3422.jpg)
Direktur Utama QUIN, Ir Mika Panjaitan.
Selain itu, metode belajar untuk meningkatkan daya serap, daya ingat, dan kapasitas informasi otak terhadap para pelajar itu diterapkan dengan melatih gelombang otak pelajar dan itu merupakan prioritas utama para guru pemandu di Quin.
â??Kita akan melakukan motivasi-motivasi terhadap para pelajar dan mengajak mereka untuk mengingat apa yang menjadi tujuan hidup mereka. Sehingga pelajar semakin termotivasi untuk mengejar tujuan hidupnya,â?? kata Direktur Utama Bimbingan dan Pemantapan Belajar Quin kepada Simantab di Jakarta, Kamis (8/11).
Dengan cara bimbingan dan pemantapan belajar seperti itu, maka para pelajar akan merasakan suatu energi besar sehingga dengan suka rela mereka kembali bersemangat untuk tetap belajar. â??Mereka merasa tidak lelah untuk belajar, meski sudah ada rutinitas belajar dari sekolah. Bahkan mereka semakin bersemangat ketika mengikuti pelajaran dari guru-guru pemandu di Quin,â?? ujarnya.
Mika menambahkan, selain memberikan motivasi-motivasi dan metode belajar efektif, para pelajar juga diberikan sugesti nasihat untuk meningkatkan gelombang otak dengan cara mendengarkan alunan musik, penataan warna di dalam ruangan, dan serangkaian kata-kata penggugah semangat belajar siswa agar suasana belajar tetap terasa nyaman.
Soal mengatasi disharmoni antara siswa-guru maupun antara bahan ajar-pengajar saat ini, Mika menilai ada sesuatu yang semestinya tidak terjadi di pendidikan formal yakni, adanya jurang pemisah (gap) antara bahan ajar dan pengajar, antara siswa dan guru, antara guru dan formal pendidikan dan lain sebagainya. â??Karena itu pendidikan non-formal menjadi alternatif para siswa yang ingin meraih prestasi terbaik,â?? jelasnya.
Mika mengakui, selama jurang pemisah itu masih terjadi maka hambatan siswa untuk meraih prestasi akan tetap ada. Sehingga pendidikan non-formal dianggap sebagai jembatan jurang pemisah itu.
â??Sesuai dengan tujuan Negara Indonesia dalam pembukaan UUD 45 yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka Quin yang merupakan bagian dari negara merasa ikut bertanggungjawab untuk pencapaian tujuan tersebut,â?? tegasnya.
Penggagas dan pendiri Quin itu mengungkapkan, berdasarkan hasil riset pendidikan dalam rasio pendidikan yang baik itu adalah 1 guru mengajar untuk sebanyak 12 siswa, sehingga para siswa akan dapat terkoordinir dengan baik dan mendapatkan serapan ilmu secara merata.
â??Pada pendidikan formal ada keterbatasan, masih banyak ditemukan di sekolah-sekolah ada sebanyak 30 siswa bahkan 40 siswa dalam satu kelas. Sehingga peran pendidikan non-formal seperti Quin masih sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,â?? tandasnya.
Mutu Pendidik Minim
Soal penambahan jam mata pelajaran, Mika menilai tidak akan berdampak positip bagi peningkatan prestasi belajar siswa. Menurutnya, minimnya mutu pendidik yang memiliki jiwa pendidik tidak akan membuahkan dampak positip meski jam mata pelajaran siswa ditambah.
Untuk itu, dia berpendapat, sebaiknya pemerintah mampu merekrut para guru yang tidak hanya sekadar lolos ujian sertifikasi, melainkan menghasilkan guru dengan memiliki jiwa pendidik yang baik. â??Guru harus bisa disukai, didengarkan, dan ditauladani oleh siswa-siswanya. Jadi guru itu harus digugu dan ditiru,â?? tegasnya.
Menurut pengamat dan praktisi pendidikan itu, kebocoran anggaran pendidikan pada APBN maupun APBD juga sangat memengaruhi pencapaian tujuan cita-cita pendidikan nasional akan semakin jauh. â??Kebocoran anggaran untuk pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap cita-cita pendidikan nasional,â?? katanya.
Selain itu, Mika meminta agar regulasi pemerintah daerah dan pusat tidak lagi mengabaikan nasib guru-guru honorer. Sebaliknya, pemerintah harus memperhatikan kesungguhan dan jiwa pendidik yang ada di dalam diri para guru honorer itu.
Mika memastikan, dalam meningkatkan pendidikan bangsa, pemerintah harus melibatkan peran masyarakat yang bergerak di dunia pendidikan untuk mengatasi fenomena-fenomena pendidikan yang muncul pada belakang ini. â??Termasuk persoalan tawuran antar pelajar dan sekolah, serta minimnya nilai-nilai luhur dunia pendidikan di Indonesia,â?? tegasnya.
Semakin Dekat
Saat ini, kata Mika, sudah tersebar cabang-cabang Quin di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, Medan, Jambi, Pekanbaru, Riau dan Kepulauan Riau, dan Surabaya.
â??Untuk mendekatkan diri dengan para pelajar di Sumatera Utara, kami membuka 3 cabang di Medan yakni, di Jalan Iskandar Muda, Jalan Teuku Cik Ditiro dan di Jalan HM Joni,â?? ujarnya.
Hingga kini, Quin masih akan membuka cabang-cabang lainnya untuk di beberapa wilayah di tanah air. â??Saat ini tinggal menunggu waktu saja, kalau permintaan untuk membuka cabang-cabang diperlukan persiapan yang cukup agar para pelajar bisa menikmati mutu pendidik dan suasana belajar yang sama seperti di Jakarta,â?? katanya.
Menurut Mika, dalam membuka cabang Quin dibutuhkan perjuangan, integritas, dan komitmen untuk melakukan yang terbaik bagi para pelajar, sehingga Quin akan semakin lebih baik dari lembaga pendidikan non-formal lainnya. â??Jadi perlu melakukan kajian terhadap lembaga pendidikan lainnya dengan mengambil kelebihan yang mereka miliki. Dan itu harus dilakukan cepat dengan menjalin kerja sama tim,â?? pungkasnya.
sumber
Admin 09 Nov, 2012
-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/11/quin-pastikan-pengembangan-motivasi-dan.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com


0 komentar on Quin Pastikan Pengembangan Motivasi dan Prestasi Pelajar :
Post a Comment and Don't Spam!